Bagaimana Memastikan Produk Kami Benar Merupakan Produk Organik?

Ada customer yang bertanya “bagaimana saya tahu kalo produk2 ini organik?”

Pertanyaan yang bagus sekali, terima kasih🙂

Produk kami telah mendapat sertifikat LeSOS No. LSPO-005-IDN-027 untuk ruang lingkup makanan olahan. Berikut saya lampirkan sertifikatnya ya supaya tidak ragu dan penasaran lagi😀

sertifikat LeSOS

Mungkin banyak yang belum tahu apa itu LeSOS…akan saya jelaskan lebih lanjut melalui kutipan artiket berikut :

Akibat harga jual yang lebih mahal, sulitnya mencari lembaga penjamin produk organik di Indonesia, dan tingginya biaya sertifikasi dari lembaga di luar negeri, produk organik palsu banyak beredar di pasaran. Dengan alasan itu, maka penggiat pertanian organik di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mendirikan lembaga sertifikasi independen, bernama Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS). Lembaga yang bertempat di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto ini sekaligus merupakan bentuk dukungan terhadap program “Go Organic 2010” yang dicanangkan Departemen Pertanian.
LeSOS menjadi lembaga alternatif penjaminan sertifikat organik untuk pasar domestik maupun international yang profesional dan independen. Pemerintah Kabupaten Mojokerto sendiri beserta jajarannya mendukung keberadaan LeSOS karena adanya kepentingan yang sama untuk mendukung program Pertanian Berkelanjutan sejak lima tahun lalu. Sertifikasi ini juga penting artinya bagi pemerintah daerah supaya produk organik yang dipasarkan lebih terjamin mutunya.
Sebagai lembaga jasa sertifikasi pangan organik di Indonesia, LeSOS telah diverifikasi oleh Otoritas Kompeten Pangan Organik (OKPO), badan di bawah
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Dirjen PPHP) Departemen Pertanian, sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian No.380/Kpts/OT.130/10/2005. Pada 26 November 2007, LeSOS dinyatakan layak sebagai lembaga sertifikasi organik dengan ruang lingkup produk segar untuk produk tanaman pangan, hortikultura, palawija, perkebunan, serta ternak maupun produk hasil ternak seperti susu, telur, daging, dan madu.
Jaminan Produk
Saat ini sebagian masyarakat, terutama kelas menengah ke atas, makin sadar untuk mengonsumsi pangan organik dengan alasan kesehatan. Sayangnya
kesadaran ini belum didukung dengan adanya sertifikat organik yang memberikan jaminan bagi pelaku produk organik dan memberikan kepercayaan kepada konsumen yang membeli produk organik. LeSOS berusaha menjawab tantangan ini melalui upaya (1) meringankan beban biaya kelompok yang mengembangkan Pertanian Organik (PO), (2) memberikan kemudahan pada kelompok yang sudah melakukan PO untuk mendapatkan sertifikasi organik,
(3) memberikan jaminan pada konsumen organik, dan (4) memberikan nilai tambah produk organik yang dihasilkan oleh petani.
Untuk mewujudkan visi tersebut, LeSOS melaksanakan tiga misi. Pertama, memberikan pelayanan penjamin (sertifikasi) pertanian organik kepada pihak-pihak yang memerlukan. Sertifikasi dari LeSOS ini bisa diberikan kepada petani, kelompok tani, koperasi, maupun perusahaan. Misi kedua, melakukan kampanye, penelitian, publikasi, dan aliansi bagi penguatan sistem penjamin serta kebijakan pertanian organik di Indonesia. Dan, ketiga, memberikan dukungan pada upaya perluasan gerakan pertanian organik di Indonesia. Wujudnya adalah melalui kegiatan-kegiatan seperti sertifikasi, konsultasi, pelatihan, dan mengikuti berbagai pertemuan untuk mendorong pertanian organik di Indonesia.
Untuk memperoleh sertifikat, harga produk juga akan dipertimbangkan, sehingga petani mendapatkan harga yang adil dan transparan. Hal ini biasanya tercantum dalam kontrak. Dari aspek harga yang layak, sebagai salah satu prinsip dalam perdagangan adil (fair trade) bagi petani, sertifikasi ini adalah hal yang positif. Sebab, produk yang sudah disertifikasi akan mendapat harga lebih tinggi (premium fee) dari pembeli. Premium fee ini tergantung
kesepakatan antara produsen dan pembeli. Namun sejauh ini, barang yang telah disertifikasi akan mendapat harga layak dari konsumen. Hal ini sangat tergantung pada peran pemasar produk yang telah disertifikasi, bukan pada lembaga sertifikasi.
Meski berbasis di desa, sertifikat yang dikeluarkan LeSOS sudah diakui secara nasional maupun international. Saat ini kami dibantu lembaga international di Swiss (Bio Inspecta/Fibl), sehingga sertifikat yang dikeluarkan oleh LeSOS bisa diakui secara internasional. Dalam kerjasama ini BioInspecta bertindak sebagai konsultan dalam pelaksanaan inspeksi dan berbagai pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia di LeSOS. Selain itu untuk kepentingan ekspor, sertifikat yang digunakan adalah sertifikat dari Bioinspecta. Sementara operasional inspeksinya tetap dilakukan oleh LeSOS, yang hasilnya kemudian dilaporkan pada Bioinspecta. Langkah ini dilakukan untuk mendorong LeSOS terakreditasi pada tingkat internasional. Selain itu, pemerintah Indonesia saat ini pun sedang melakukan harmonisasi Mutual Recoqnation Arrangement. Ini adalah semacam kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan negara-negara lain yang menjadi tujuan ekspor atau sering disebut dengan Harmonisation Government to Government dalam konteks ekspor dan impor produk organik.

Prosedur Inspeksi dan Sertifikasi
Proses untuk mendapatkan sertifikasi sendiri cenderung lama, antara satu hingga dua tahun. Ini karena prosedur inspeksi dan sertifikasi organik memang
banyak. Tahap pertama adalah mengajukan permohonan ke LeSOS dilengkapi dengan formulir dan dokumen permohonan. Setelah menerima formulir permohonan yang telah diisi, LeSOS akan mengirimkan jawaban berisi antara lain surat penawaran, kontrak sertifikasi, dan inspeksi.
Biaya sertifikasi tergantung dari lamanya waktu yang dibutuhkan dalam menginspeksi. Kalau pelaksana pertanian organik—biasa disebut operator—makin siap dalam proses sertifikasi dan inspeksi, maka biaya yang dibutuhkan makin rendah. Setelah inspeksi, LeSOS akan mengirimkan tagihan biaya kegiatan inspeksi dan sertifikasi yang jumlahnya sekitar Rp 10 juta hingga Rp 11 juta. Biaya sebesar itu antara lain untuk biaya permohonan, biaya penilaian, sertifikat organik, biaya kunjungan pengawasan, hingga biaya sidang komisi teknis atau sertifikator.
Inspeksi dalam rangka sertifikasi dilakukan dalam dua tahap. Pertama, initial inspection preinspeksi untuk mengetahui ketidaksesuaian terhadap praktik pertanian organik yang telah dilakukan. LeSOS akan menugaskan kepada inspektornya untuk melakukan inspeksi lapangan berdasarkan informasi yang diberikan dalam formulir permohonan sertifikasi. Hasil preinspeksi tidak merupakan bagian dari tahapan untuk menentukan keputusan sertifikasi. Karenanya tahapan ini merupakan pilihan, atau bisa dilakukan bisa pula tidak. Kedua, inspeksi lapangan untuk mengecek kesesuaian praktik pertanian organik terhadap standar dan regulasi pertanian organik. LeSOS akan menginformasikan kepada pemohon mengenai waktu inspeksi dan nama inspektornya. Proses ini dilakukan dengan kesepakatan atas waktu dan nama inspektor. Hal-hal yang diperiksa ketika inspeksi lapangan antara lain kesesuaian praktik di lapangan terhadap standar, regulasi, dan dokumen yang diberikan.

Apabila inspektor mencurigai adanya ketidaksesuaian pada standar, inspektor dapat mengambil contoh untuk diuji di laboratorium. Biaya pengujian menjadi tanggung jawab pemohon. Hasil inspeksi nantinya didiskusikan olehKomisi Sertifikasi, yang selanjutnya akan memberikan rekomendasi untuk tindakan perbaikan. Pemohon diberikan waktu selama 90 hari kerja untuk melakukan tindakan perbaikan. Apabila ketidaksesuaian telah diperbaiki, Komisi Sertifikasi dapat memutuskan untuk pemberian sertifikat LeSOS.

Penentuan lolos tidaknya pemohon untuk mendapat sertifikasi bisa didiskusikan. Jika pemohon memiliki alasan kuat untuk tidak menerima keputusan sertifikasi, ia dapat meminta kepada Direktur Eksekutif LeSOS untuk mempertimbangkan ulang keputusan. Bahkan, pemohon bisa mengajukan banding jika perlu.

Di luar preinspeksi dan inspeksi lapangan, LeSOS juga melakukan inspeksi tahunan baik terjadwal maupun tidak terjadwal. Hal ini dilakukan untuk mengetahui konsistensi penerapan sistem pertanian organik pemohon. Prosesnya sama seperti inspeksi lapangan.
Sertifikat organik yang diberikan LeSOS berlaku selama satu tahun. Tiga bulan sebelum masa berlaku sertifikat habis, LeSOS akan menginformasikan kepada pemohon untuk melakukan perpanjangan sertifikat pertanian organikLeSOS. Proses pengajuan re-sertifi kasi, sama seperti tahap awal pengajuan sertifikasi. Label organik yang digunakan oleh LeSOS merupakan label yang berlaku secara nasional, sehingga label ini bisa dipakai untuk semua produk yang telah mendapat sertifikat organik.
Dalam proses sertifikasi LeSOS akan mengadakan inspeksi untuk mengetahui bagaimana keterlibatan petani dalam proses organik. LeSOS juga melihat sejauh mana keuntungan penjualan bisa dinikmati petani. Kalau petani dan buruh tani tidak mendapat keuntungan dari kenaikan harga yang diperoleh dari penjualan produk maka sertifikat tidak bisa dikeluarkan. Hal ini sesuai dengan standar organik yang dianut.
Sumber :
Suroso
Direktur Lembaga Sertifi kasi Organik Seloliman (LeSOS)
Dusun Biting, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
P.O. Box O8 Ngoro, Mojokerto
Telp: 0321–615495, Fax: 0321-615494
E-mail: lesos@indo.net.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s